Minggu, 10 April 2011

Tembok Raksasa Cina atau Tembok Besar Cina (Hanzi tradisional: 長城; Hanzi sederhana: 长城; pinyin: Chángchéng), juga dikenal di Cina dengan nama Tembok Raksasa Sepanjang 10.000 Li (萬里長城; 万里长城; Wànlĭ Chángchéng) merupakan bangunan terpanjang yang pernah dibuat oleh manusia, terletak di Republik Rakyat Cina. Panjangnya adalah 6.400 kilometer (dari kawasan Sanhai Pass di timur hingga Lop Nur di sebelah barat) dan tingginya 8 meter dengan tujuan untuk mencegah serbuan bangsa Mongol dari Utara pada masa itu. Lebar bagian atasnya 5 m, sedangkan lebar bagian bawahnya 8 m. Setiap 180-270 m dibuat semacam menara pengintai. Tinggi menara pengintai tersebut 11-12 m.

Untuk membuat tembok raksasa ini, diperlukan waktu ratusan tahun di zaman berbagai kaisar. Semula, diperkirakan Qin Shi-huang yang memulai pembangunan tembok itu, namun menurut penelitian dan catatan literatur sejarah, tembok itu telah dibuat sebelum Dinasti Qin berdiri, tepatnya dibangun pertama kali pada Zaman Negara-negara Berperang. Kaisar Qin Shi-huang meneruskan pembangunan dan pengokohan tembok yang telah dibangun sebelumnya.
Sepeninggal Qin Shi-huang, pembuatan tembok ini sempat terhenti dan baru dilanjutkan kembali di zaman Dinasti Sui, terakhir dilanjutkan lagi di zaman Dinasti Ming. Bentuk Tembok Raksasa yang sekarang kita lihat adalah hasil pembangunan dari zaman Ming tadi. Bagian dalam tembok berisi tanah yang bercampur dengan bata dan batu-batuan. Bagian atasnya dibuat jalan utama untuk pasukan berkuda Tiongkok.
Tembok Raksasa Cina dianggap sebagai salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia. Pada tahun 1987, bangunan ini dimasukkan dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO.
Apakah Tembok Cina Terlihat dari Angkasa?
Selama ini telah tertanam dalam pikiran kita bahwa Tembok Cina adalah satu-satunya objek buatan manusia yang terlihat dari luar angkasa. Sedangkan bangunan-bangunan raksasa lainnya tidak pernah disebut tampak dari angkasa. Selama beberapa dekade, Cina selalu mengklaim bahwa peninggalan sejarah yang amat terkenal itu bisa terlihat dari angkasa luar. Namun mitos tersebut mulai diragukan setelah Yang Liwei pulang dari perjalanan ke angkasa luar selama 21,5 jam tahun lalu. Waktu itu Liwei menyatakan dirinya tidak bisa melihat tembok besar Cina dari wahananya, Shenzhou V. Alasannya, tembok itu tidak terlalu lebar dan bahan pembuatnya adalah material yang berwarna seperti lingkungan sekitarnya, sehingga sangat tersamar. Kenyataan itu justru diberitakan oleh astronot Cina pertama, Yang Liwei yang kembali dari angkasa sebagai pahlawan setelah menyelesaikan suatu perjalanan bersejarah yang sejak lama diimpikan Cina, yakni menjadi salah satu negara penakluk ruang angkasa. Yang Liwei menyatakan dengan jelas dalam wawancara televisi, “Saya tidak melihat Tembok Besar Cina dari angkasa, namun bumi terlihat sangat indah.”
Berita itu diperkuat oleh situs National Aeronautics and Space Administration (NASA) yang menyebutkan beberapa objek memang bisa dilihat dari ruang angkasa tanpa bantuan teropong atau teleskop, namun tembok besar Cina tidak termasuk objek-objek tersebut. Memang membingungkan. Padahal seperti yang kita ketahui, banyak konstruksi buatan manusia yang bisa dilihat dari orbit bumi. Contohnya, para astronot yang berada di pesawat ulang alik bisa melihat jalan raya, bendungan, bahkan kendaraan besar seperti truk, dari tempat setinggi 217 km di atas bumi. Dari stasiun ruang angkasa internasional (International Space Station) yang mengelilingi bumi pada ketinggian sekitar 400 km, kota-kota bahkan masih bisa dibedakan dari tanah-tanah pedesaan di sekitarnya.
Ed Lu, anggota Expedition Seven yang berada di stasiun itu menyatakan bahwa Anda bisa melihat piramid dari sana, apalagi bila menggunakan teropong binocular. Piramid-piramid di Mesir telah difoto berkali-kali dari angkasa luar menggunakan kamera-kamera digital standar dengan lensa-lensa kuat. Menggunakan alat-alat itu, piramid terbesar di Giza yang lebarnya 227 meter dan tingginya 137 meter terlihat sangat jelas. Tapi bagaimana dengan tembok besar Cina?
“Anda bisa melihat Tembok Cina,” kata Lu. “Tapi bangunan itu tidak begitu jelas terlihat dibanding bangunan besar lain seperti piramid, dan Anda harus tahu dimana melihatnya,” begitu yang dikutip dari emailnya.
Kenyataannya beberapa bagian Tembok Cina tidak tampak pula walau dilihat dari Cina. Bagian-bagian itu terkubur pasir selama berabad-abad. NASA telah menggunakan radar angkasa untuk memetakan bagian tersembunyi dari struktur kuno itu. Astronot Lu juga mencoba memotret bangunan tersebut dengan kamera digitalnya.
“Namun sejauh ini cuacanya selalu tidak memungkinkan, ” ceritanya. “Pasti ada awan dan kabut di sekitar wilayah itu selama saya mencoba. Saya berharap bisa memotretnya sebelum kembali ke Bumi, dan membawa bukti bahwa Tembok Cina memang terlihat dari angkasa.”
Tembok Besar Cina mulai dibangun sekitar tahun 770 hingga 476 sebelum Masehi oleh dinasti Zhou. Beberapa tembok lain juga dibangun oleh pengasa kerajaan Qin, Yan dan Zhao. Tembok-tembok itu kemudian disatukan oleh Kaisar Pertama Qin Shi Huang setelah ia mempersatukan Cina pada tahun 214 sebelum Masehi.
Selanjutnya pada masa dinasti Han, Kaisar Han Wu Di memerintahkan perluasan tembok guna mencegah serangan dari suku-suku di utara Cina. Waktu terus berlalu, dan perkuatan dan perluasan terus dilakukan hingga jaman dinasti Ming (1368 – 1644). Ming adalah penguasa yang memperkuat tembok dengan bata dan batu granit, serta memperkokoh pondasinya. Ia mendirikan titik-titik penjagaan dan menara-menara kontrol seperti yang bisa kita lihat sekarang.
Hasil akhir dari pembangunan tembok selama beberapa generasi itu menghasilkan tembok raksasa yang membentang sekitar 6.700 kilometer, melintasi gunung dan lembah, berkelok-kelok seperti naga batu. Namun karena lebarnya hanya sekitar 5 meter dengan ketinggian rata-rata 10 meter, tembok Cina mustahil dilihat dari ruang angkasa.
Dengan adanya pemberitaan tersebut, seorang pejabat Kementerian Pendidikan yang bertanggung jawab terhadap materi pengajaran di sekolah-sekolah Cina mengatakan, penerbit buku pelajaran telah diminta untuk menghentikan pencetakan bagian yang keliru itu. Dalam buku bahasa dituliskan, “Seorang kosmonot yang menanjak ke angkasa mengatakan, ’Terbang menggunakan pesawat ruang angkasa, melihat Bumi dari sana, saya bisa melihat dua bangunan, satu adalah tanggul laut Belanda, dan lainnya adalah tembok besar Cina!’”
“Penulisan yang keliru dalam buku sekolah dasar inilah penyebab utama munculnya kesalahan konsep yang menyebar begitu luas,” tulis Beijing Times mengutip Wang Xiang, penasehat nasional urusan pendidikan.
Dalam Konferensi Konsultatif Politik di Beijing, Wang Xiang mengusulkan agar pemerintah, melalui sekolah-sekolah, menghentikan penyebaran mitos yang keliru mengenai terlihatnya tembok besar dari angkasa luar. “Mitos itu bertentangan dengan kenyataan dan akan merugikan anak didik kita,” ujar Wang.

Jumat, 08 April 2011

Empat wanita cantik (四大美女sì dà měi nǚ;dibaca she ta mei ni) adalah empat wanita China kuno, yang terkenal karena kecantikannya. empat wanita ini merupakan tokoh-tokoh sejarah asli, tetapi kelangkaan catatan sejarah tentang mereka sehingga banyak dari apa yang dikenal dari mereka saat ini telah dibumbui oleh legenda. Mereka mendapatkan reputasi dari pengaruh mereka yang dilakukan atas raja-raja dan kaisar dalam sejarah China.

Empat wanita cantik hidup di empat dinasti yang berbeda, masing-masing ratusan tahun terpisah. Dalam urutan kronologis, yaitu:

1. Xi Shi (Hanzi: 西施)(560 SM-?) adalah salah satu tokoh dari empat wanita tercantik Tiongkok di penghujung Zaman Musim Semi dan Gugur. Ia dilahirkan di sekitar Kuaiji (會稽), wilayah Zhejiang sekarang dengan nama Shi Yikuang (施夷光).
Ia dipanggil Xi Shi karena ia tinggal di dusun bermarga Shi yang letaknya di sebelah barat dusun tetangga.

Perjalanan Hidup

Diceritakan bahwa Xi Shi tinggal Zhuji, ibukota negara Yue pada zaman musim semi dan musim gugur. Saking cantiknya dia, dikatakan bahwa ikan -ikan juga nenenggelamkan/menyembunyikan diri karena malu saat dia sedang mencuci pakaiannya di sungai.
Di kala itu negara Yue menjadi bawahan negara Wu dan harus membayar upeti karena kalah perang. Raja negara Yue, Gou Jian, yang pernah juga ditawan karena kalah perang, diam-diam merancang rencana pembalasan dengan siasat wanita cantik. Mentri negara Yue, Fan Li, kemudian mempersembahkan Xi Shi dan Zhen Dang (wanita lain) kepada Fu Chai, raja negara Wu pada tahun 490 SM.
Siasat wanita cantik itu berhasil, Fu Chai melupakan urusan pemerintahan negara dan membunuh penasehatnya sendiri, Wu Zixu yang mengkritik Fu Chai. Fu Chai bahkan menghamburkan sumber daya untuk mendirikan sebuah istana khusus untuk wanita-wanita cantiknya yang semakin memperlemah negara Wu. Tahun 473 SM, raja Gou Jian (negara Yue) menaklukkan tentara negara Wu. Fu Chai raja Wu kemudian bunuh diri.
Setelah Wu takluk, Gou Jian raja Wu memerintahkan Xi Shi untuk ditenggelamkan ke dalam danau agar dia tidak mengalami nasib seperti Fu Chai raja Wu yang mabuk akan kecantikan Xi Shi. (masih diperdebatkan kebenaran fakta ini)
Di kisah lain diceritakan bahwa setelah Wu takluk, Fan Li pensiun dan membawa Xi Shi untuk hidup bersama dirinya. Fan Li kemudian mengganti namanya menjadi Tao Zhu Gong dan menjadi pengusaha yang sukses dan kaya raya.


2. Wang Qiang atau lebih dikenal dengan nama Wang Zhaojun (Hanzi sederhana: 王昭君) adalah satu dari empat wanita cantik Tiongkok. Kecantikannya dikatakan dapat menjatuhkan burung-burung yang sedang terbang. Ia dilahirkan dalam keluarga berada di daerah yang sekarang terletak di kabupaten Xingshan, provinsi Hubei di wilayah selatan kerajaan Han barat. Dalam perjalanannya ke Xiongnu ia pun terkenal memakai jaket bulu sambil memetik alat musik pipa dan menunggang keledai. Gambaran inilah yang identik dengan Wang Zhaojun.

Perjalanan Hidup

Menjadi Selir Kaisar Yuan 

Pada tahun 38 M, Kaisar Yuandi mengeluarkan maklumat kekaisaran untuk mengundang gadis-gadis cantik dari seluruh negeri ke istana. Dua tahun kemudian, sekitar tahun 40 M, Wang Zhaojun dipanggil masuk harem istana untuk melayani kaisar Yuan (Liu Shi) sebagai selir. Selama di istana, Wang Zhaojun tidak pernah sekalipun dikunjungi (dalam arti melayani/berhubungan seksual) oleh kaisar.  Hal ini diceritakan karena kaisar yang memilih selir baru mana yang akan melayaninya dengan cara melihat melalui lukisan oleh seniman Mao Yanshuo.Wang Zhaojun konon tidak bersedia menyuap pelukis istana itu untuk melukisnya dengan cantik, sehingga si pelukis lalu melukisnya dengan jelek. Akibatnya kaisar menyangka bahwa Wang Zhaojun adalah wanita jelek dan tidak memilihnya.


Alat perdamaian Han Barat dengan Xiongnu Timur
Pada zaman ini terjadi konflik berkepanjangan antara kerajaan Han barat dengan suku Xiongnu (terutama Xiongnu barat). Suatu ketika pemimpin Xiongnu timur yang bersekutu dengan Han, Huhanye, datang ketiga kalinya Chang'an dalam rangka kunjungan penghormatan. Huhanye lalu meminta agar dia bisa menjadi menantu kekaisaran. Permintaannya tidak diluluskan, akan tetapi Huhanye diberikan kompensasi berupa selir-selir kaisar (terutama yang tidak dikunjungi kaisar). Wang Zhaojun adalah salah satu di antara mereka yang diberikan kepada Huhanye.
Dituliskan dalam Hou Han Shu, Wang Zhaojun sendiri secara sukarela mengajukan diri untuk dikirim ke Xiongnu karena dia kecewa menunggu. Lalu, kaisar Yuan yang baru pertama kalinya bertemu dengan Wang Zhaojun tertegun akan kecantikannya dan sangat menyesal bahkan sempat mempertimbangkan kembali keputusan untuk memberikan Wang Zhaojun kepada Huhanye. Namun akhirnya kaisar Yuan merelakan Wang Zhaojun demi persekutuan Han dan Xiongnu.
Wang Zhaojun kemudian menjadi selir kesayangan Huhanye dan melahirkan dua pangeran dan satu putri.Setelah Huhanye meninggal, Wang Zhaojun memohon agar dapat kembali ke China daratan, namun permohonannya ditolak kaisar Cheng (Liu Ao). Kaisar Cheng malah memerintahkan agar dia mengikuti tradisi Xiongnu untuk menikah dengan pemimpin Xiongnu berikutnya, putra tertua Huhanye. Dalam pernikahannya yang kedua, dia melahirkan 2 putri. Wang Zhaojun pun membantu Huhanye dalam mengembangkan kerajaan Xiongnu, maka itu orang Xiongnu sangat menghormati Wang Zhaojun.
Dalam legenda , diceritakan setelah permohonannya untuk kembali ke daratan ditolak kaisar Cheng, Wang Zhaojun bunuh diri sebagai upaya untuk menolak menikah lagi dengan anaknya sendiri.
Karena Wang Zhaojun, selama sekitar 60 tahun terbentuk perdamaian antara Han dan Xiongnu. Pemerintah China sekarang mempergunakan Wang Zhaojun sebagai simbol persatuan antara etnis Han dengan etnis minoritas lainnya.


3.Diaochan (Hanzi : 貂蟬), Dikatakan kecantikan Diao Chan dapat membuat awan-awan menutupi bulan purnama. Maksudnya kecantikan Diao Chan menutupi kecantikan bulan purnama.
Diao Chan adalah pelayan Wang Yun yang telah dianggap seperti anak kandung sendiri. Wang Yun lalu memakai siasat wanita cantik dengan persetujuan Diao Chan sendiri untuk memecah belah Dong Zhuo yang saat itu berkuasa sewenang-wenang dengan Lu Bu, panglima andalan sekaligus anak angkat Dong Zhuo snediri. Secara lengkap, kisah Diao Chan diceritakan dalam San Guo Yan Yi.
Nama Diao Chan sendiri tidak tercatat di dalam sejarah tertulis dan sangat mungkin merupakan cerita rakyat yang dibakukan dalam novel San Guo Yan Yi hasil karya Luo Guanzhong. Dalam sejarah tertulis memang tercatat bahwa Lu Bu memiliki hubungan perselingkuhan dengan pelayan Dong Zhuo, namun tidak ada bukti bahwa nama pelayan itu Diao Chan. Bahkan sangat mungkin tidak, karena nama Diao tidak umum dipakai sebagai nama keluarga. Lagipula "Diao Chan" mungkin merujuk ke bulu ekor "Diao" / sable (sejenis musang yang bulunya sering dijadikan perlengkapan pakaian) dan dekorasi giok berbentuk "Chan" / cicada (jengkerik / tenggerek) yang merupakan hiasan topi pejabat era Han.
Catatan mengenai Diaochan hanya terdapat di dalam novel Kisah Tiga Negara. Tidak adanya ditemukan catatan mengenai Diaochan di dalam buku sejarah resmi, menyebabkan sejarahwan tetap menganggap Diaochan sebagai tokoh fiksi ciptaan Luo Guanzhong, sang penulis novel tersebut.















3.Yang Yuhuan (楊玉環, 713M-756M), dikenal juga dengan nama Yang Guifei (Hanzi tradisional: 楊貴妃; Hanzi sederhana: 杨贵妃) adalah salah satu dari 4 wanita tercantik dalam sejarah Tiongkok. Konon kecantikannya membuat bunga yang sedang mekar pun menjadi malu.
Ia terkenal akan hubungannya dengan Li Longji (Kaisar Xuanzong dari Tang), yang sebenarnya adalah mertuanya. Ia kemudian menjadi salah satu wanita terkuat di istana selama sejarah Tiongkok, tapi kemudian diesksekusi karena Pemberontakan Anshi yang memprotes kekuasaan keluarga Yang, terutama Yang Guozhong, sepupu Yang Guifei yang juga Perdana Menteri Tang saat itu.

Masa muda

Yang Yuhuan berasal dari Huayin, Hongnong. Dia menjadi yatim-piatu pada umur yang terhitung muda. Ia kemudian tinggal bersama pamannya di Henan. Pada bulan sebelas dari tahun ke-22 periode Kaiyuan (734 M) ia dijadikan selir Pangeran Shou, anak dari Kaisar Xuanzong, dari Dinasti Tang.
Yang Yuhuan sendiri pun bukan wanita yang langsing dan ramping. Ia sedikit gemuk tapi konon sangat cantik. Pernah ia membenci Li Bai, seorang penulis puisi terkenal dinasti Tang karena Gao Lishi menghasut bahwa ia membandingkan Yang Guifei dengan Zhao Feiyan, permaisuri Kaisar Cheng dari Dinasti Han yang ramping dan langsing. Bahkan Kaisar Xuanzong pun pernah bergurau "...dengan tubuh seperti milikmu, kau tidak akan terbang tertiup angin bukan?" 

Hubungan cinta dengan Kaisar Xuanzong
Setelah enam tahun menjadi istri Pangeran Shou, Yang Yuhuan menarik perhatian ayah Pangeran Shou, Kaisar Xuanzong. Tetapi karena Yang Yuhuan adalah menantunya, sang kaisar tidak bisa menikahinya begitu saja. Pertama ia menyuruh Gao Lishi, kasimnya untuk membawa Yang Yuhuan ke Kuil Taizen di dalam istana dan menjadikannya sebagai biksuni ajaran Tao, lalu memberikan ia gelar Yang Kebenaran Tertinggi, dan menjadikannya sebagai anggota istananya.
Sebagai pengalih perhatian, pada tahun ke-4 periode Tianbao (745 M) Kaisar Xuanzong menunjuk Wei Zhaoxun, putri seorang pejabat tinggi untuk menjadi pasangan resmi Pangeran Shou.
Pada bulan yang sama, kaisar memberi gelar Guifei (Selir Kehormatan) kepada Yang Yuhuan, yang menjadikannya wanita paling favorit di istana, juga menimbulkan kecemasan di antara selir-selir kaisar yang lain. Pada hari penganugrahan gelar ini lagu-lagu dikumandangkan di seluruh istana dan Yang Guifei dianugrahkan jepit rambut emas dan kotak perhiasan yang bertaburkan permata yang dipilih sendiri oleh Kaisar dari ruang perhiasan kerajaan. Begitu tergila-gilanya kaisar sampai-sampai ia terinspirasi untuk menyusun sebuah lagu yang berjudul Kepemilikan Sebuah Permata yang menggambarkan Yang Yuhuan sebagai permata yang berharga yang ia miliki. 

Kehidupan Yang Guifei di istana
Sebelum kedatangan Yang Guifei ke istananya, Kaisar Xuanzong menyayangi selirnya yang bernama Selir Wu, yang melahirkan baginya seorang putra. Selir Wu sendiri adalah wanita cantik dan tidak terkalahkan di harem istana, tapi umurnya tidak panjang dan ia meninggal pada tahun ke-21 Kaiyuan. Hal ini sempat menjadi hantaman bagi sang kaisar. Kemudian semuanya itu dilupakan ketika sang kaisar menemukan Yang Yuhuan. Biarpun Yang Guifei dipanggil secara resmi dengan sebutan "Selir" tapi ia diperlakukan bagai permaisuri. Saat itu terjadi kekosongan posisi permaisuri di istana, maka tidak ada protes tentang perlakuan istana pada Yang Guifei.
Selain itu pernah suatu ketika Yang Guifei menyinggung perasaan kaisar. Karena marah ia pun dikirim kembali ke keluarganya bersama adik perempuan dan kakaknya Yang Xian. Kaisar pun kehilangan nafsu makan dan enggan melakukan apapun. Gao Lishi kembali meminta izin untuk menjemput, tapi karena malu Yang Guifei menolak. Ratusan kereta berisi makanan, kain sutra dan anggur terbaik dikirimkan pada Yang Guifei. Akhirnya Yang Guifei pun luluh dan kembali ke istana. Ia disambut gegap gempita oleh sang kaisar dan Yang Guifei berjanji tak akan mengulangi hal yang sama.
Ia pun pernah menyinggung kaisar dengan mencuri dan memainkan seruling giok ungu milik Pangeran Ning. Kaisar pun marah, ia pun diusir kembali. Kali ini Yang Zhao sepupunya khawatir dan meminta kenalannya Ji Wen untuk menolong. Ji Wen menjelek-jelekkan Yang Guifei sampai kaisar lebih marah dari sebelumnya. Kaisar pun akhirnya akan menghukum lebih jauh tapi Yang Guifei meminta pelayan istana untuk mengantar potongan rambut Yang Guifei ke Kaisar Xuanzong. Ji Wen kembali berulah-ulah dan kali ini malahan membela Yang Guifei dengan menyebutkan semua yang telah dilakukannya untuk Kaisar Xuanzong. Kaisar pun luluh hatinya dan meminta Gao Lishi membawa pulang Yang Guifei.
Karena cinta kaisar kepada Yang Guifei, maka ia mengangkat Yang Xuanyan, ayahnya, menjadi Gubernur Jiyin dan kemudian menjadi Menteri Perang dan akhirnya diberi gelar sebagai pilar negara. Pamannya diangkat menjadi Menteri Agung Hiburan Kekaisaran. Sedangkan kakaknya, Yang Xian, juga diangkat sebagai pejabat. Sepupunya Yang Qi pun dinikahkan pada Putri Taihua, putri kesayangan kaisar yang kebetulan juga putri dari Selir Wu.  Semua ini memungkinkan keluarga Yang untuk keluar masuk istana dan memiliki kekuasaan besar di pemerintahan.
Di antara semua relasinya sepupunya Yang Zhao adalah pejabat dengan tingkat tertinggi. Ia pun diberi nama Guozhong oleh kaisar yang berarti setia pada Negara. Pada tahun ke-11 Tianbao (752 M) ia resmi diangkat sebagai perdana menteri.
Yang Guifei juga konon menyukai buah leci. Tapi buah-buahan dengan kualitas terbaik hanya tumbuh di selatan. Maka pada musim panen Kaisar Xuanzong akan memerintahkan orang untuk menunggang kuda yang berlari kencang untuk membawa buah itu ke istana siang-malam. Karena kegemarannya pada leci, para petani bahkan memberi nama sebuah jenis leci yang berkualitas tinggi dengan nama "Senyum Sang Selir" (贵妃笑). 

Pemberontakan Anshi dan akhir hidup
Pada tahun 755, atas usul seorang pejabat bernama Li Linfu, seorang gubernur militer dari suku utara  bernama An Lushan menjadi sangat kuat dan dipercaya oleh kaisar. Kaisar menyayanginya sampai-sampai menganggapnya putranya sendiri. Ia memiliki kebiasaan yang aneh, yaitu pada jamuan kerajaan ia tidak akan bersujud kepada kaisar namun hanya kepada Yang Guifei. Pada saat ditanya ia menjawab bahwa ia adalah keturunan dari suku di utara dan kebiasaan sukunya hanya menghormati ibu dan bukan ayah. Mendengar itu kaisar hanya tetawa dan memaafkannya.
Kemudian ia mulai menentang kedaulatan pemerintahan Kaisar Xuanzong. Ia memimpin pemberontakkan di bawah panji untuk menghancurkan pemerintahan Yang Guozhong yang korup. Pemberontakan ini bernama Pemberontakan Anshi dan ingin membangun rezim Dayan.
Saat pasukan pemberontak mendekati Chang'an, ibu kota Tang, Kaisar Xuanzong melarikan diri bersama seluruh isi istananya dan sepasukan tentaranya ke Sichuan. Saat mereka mencapai desa yang disebut Lereng Mawei, pasukannya menolak untuk meneruskan perjalanan. Mereka meminta Perdana Menteri Yang Guozhong dan Yang Guifei dieksekusi mati, karena masalah yang mereka hasilkan.
Atas nasihat seorang pejabat bernama Wei E, kaisar menyetujui untuk mengesekusi Yang Guifei, walaupun ia sangat mencintai Yang Guifei, karena hidupnya dan masa depan dinasti lebih penting dibandingkan seorang wanita. Yang Guifei pun mengerti keadaan ini, walau sedih, ia tidak marah dan dendam, karena besar cintanya pada kaisar. Maka ia pun dingantung dengan seutas selendang putih oleh Gao Lishi. Walaupun ia sangat berkuasa, tapi sang kaisar tidak bisa mencegah tragedi itu. Ia hanya bisa menutup matanya, dan membiarkan air mata membasahi pipinya.
Pemberontakkan akhirnya dapat ditumpas, kaisar pun kembali ke istananya, tetapi Yang Guifei telah tiada selamanya. Kehilangan Yang Guifei membuat kaisar sangat sedih. Ia menjadi tak bergairah dan menderita insomnia. Sang kaisar menjadi sangat menderita. Menurut legenda, datanglah seorang pendeta Tao menawarkan diri untuk membantu kaisar. Ia mengatakan bahwa ia dapat berkomunikasi dengan orang mati. Maka sang pendeta mulai mencari roh Yang Guifei di dunia orang mati. Akhirnya mereka menemukan Yang di sebuah pulau suci di dunia orang mati. Pulau itu dipenuhi bidadari, dan Yang Guifei adalah yang paling cantik di antara mereka.
Menerima utusan kekasihnya, ia cepat-cepat keluar kamarnya tanpa menggunakan banyak riasan rambut. Ia berkata kepada sang pendeta,“Tolong sampaikan pada Yang Mulia, walau kehidupan di dunia nyata itu singkat, tetap di pulau suci ini waktu tak terbatas. Berikan setengah jepit rambutku padanya dan biarlah ia tahu bahwa cintaku untuknya, cinta ini tetapi kokoh seperti emas yang menjadi bahan dari jepit ini.”
Setiap hari ketujuh di bulan ketujuh sang kaisar selalu mengunjungi Kuil Umur Panjang untuk berkomunikasi dengan permaisurinya. Ia berdoa, “Semoga kami menjadi sepasang burung yang terbang di surga dan menjadi sepasang pohon yang berjalin di bumi.” 

Adaptasi
Bai Juyi (白居易) seorang penyair terkenal dinasti Tang membuat sebuah puisi berjudul "Lagu Sedih yang Panjang" (长恨歌). Tak sedikit film dan drama terinspirasi dari kisah cinta Yang Guifei dan Kaisar Xuanzong. Opera Beijing yang terkenal berjudul "Selir Mabuk" (贵妃酗酒) terinspirasi juga dari Yang Guifei.
Pemandian air panas Hua Qing (华清池), yang dianugrahkan Kaisar Xuanzong dan makamnya adalah tujuan wisata terkenal di Xi'an.
Ia pun terkenal di negeri Jepang. Di sana ia disebut dengan nama Yōkihi. Banyak yang percaya bahwa ia tidak mati melainkan melarikan diri ke Jepang. Di sana bahkan ada makamnya untuk membuktikan bahwa Yang Guifei benar-benar melarikan diri. Di sebuah kuil di Kyoto bernama Kuil Sennyu-Ji(泉涌寺) bahkan ada sebuah lukisan bertajuk "Kwan Im Yang Guifei"(杨贵妃观音).
Pada tahun 2002 seorang artis Jepang, Yamaguchi Momoe mengakui bahwa ia adalah keturunan Yang Guifei.



wikipedia.org



http://szlovely.files.wordpress.com/2010/06/yongsin-szlovely-gong-xi-fat-cai1.jpg
























Pada hari raya Imlek atau Tahun Baru China, akan terdengar ucapan Selamat Tahun Baru di mana-mana. Selamat Tahun Baru dalam bahasa mandarin diucapkan Guo Nian Hao. Sejak pagi-pagi orang sudah mulai Bai Nian, yakni pergi saling mengunjungi dan saling mengucapkan Guo Nian Hao. Pertama-tama mereka akan berkunjung ke kerabat dekat, kemudian relasi dekat, dan kemudian ke segenap handai tolan yang mereka kenal dan dapat mereka kunjungi. Mengapa mereka saling mengucapkan Guo Nian Hao, apa alasannya, dan dari mana asalnya serta kapan mulainya?

Pada zaman dahulu kala di negeri China ada sebuah desa yang sangat indah, aman, serta tenteram. Penduduk di desa itu sangat ramah, suka menolong, saling menghormati, dan bersama-sama mereka hendak membuat desa itu makmur dan damai. Karena itu, desa tersebut dikenal sebagai Desa Cinta Damai, penuh berkat dan bahagia. Penduduk desa yang harus bekerja di negeri jauh, selalu rindu pulang ke desanya dan menikmati damai bersama penduduk desa lainnya. Desa itu juga menjadi desa teladan, sehingga desa-desa tetangga ingin membangun desa mereka seperti Desa Cinta Damai. Tak pernah ada pencuri, tak pernah ditemui ada pengacau, bahkan yang luar biasa, tak pernah terjadi keributan antartetangga.

Ketenteraman dan kedamaian Desa Cinta Damai suatu saat terusik. Dan sejak saat itu Desa Cinta Damai berubah menjadi desa yang mencekam dan menakutkan. Hal itu membuat penduduk mulai meninggalkan Desa Cinta Damai, khususnya malam menjelang Tahun Baru China. Penyebabnya adalah seekor makhluk bernama Nian.

Pada kalender China bulan dua belas tanggal tiga puluh malam, makhluk raksasa itu selalu datang ke desa itu. Setiap kali datang, Nian selalu merusak ladang dan memakan tanaman, merusak kandang serta memakan hewan-hewan peliharaan. Penduduk desa telah berusaha keras untuk mencegah datangnya Nian pada setiap malam Tahun Baru China; dan ketika Nian datang, mereka sudah berusaha untuk mengusir dan menghalaunya. Walau Nian hanya datang semalam, dampak yang ditimbulkannya sangat besar. Seisi desa porak-poranda.

Keberingasan, kesadisan, serta kebrutalan Nian membuat penduduk ketakutan, bahkan menjadi trauma. Bayangkan sawah, ladang, serta pemukiman menjadi berantakan. Burung-burung di pohon pun berkurang drastis, bunga rumput dan ilalang pun makin lama makin sedikit. Tahun demi tahun keadaan semakin memprihatinkan.

Desa yang aman dan tenteram itu berubah menjadi desa yang menakutkan dan memprihatinkan. Desa yang selalu ingin dikunjungi oleh penduduk dari desa-desa tetangga, berubah menjadi desa yang mengancam keselamatan pengunjungnya. Desa yang selalu dirindukan penduduknya pada saat mereka jauh , khususnya untuk berkumpul bersama pada malam Tahun Baru China, kini telah berubah menjadi desa yang dihindari. Desa Cinta Damai menjadi desa angker penuh nestapa. Oleh karena itu, penduduk yang masih tinggal dan belum berniat pindah ke desa-desa lain, akan meninggalkan desa itu khususnya pada tanggal 30 bulan dua belas tahun kalender China.

Di desa itu tinggal satu keluarga yang bertahan, bahkan berniat mengembalikan suasana desa tersebut seperti sediakala. Namun rasa takut masih menghantui mereka. Keputusan pindah atau tidak pindah menjadi pergulatan batin yang tak mudah bagi mereka.

Suatu saat mereka sampai pada keputusan untuk pindah; namun belum sempat niat itu terwujud, Nian sudah tiba di desa tersebut. Seperti kesetanan, ia memorak-porandakan desa itu. Akan tetapi, saat itu tidak ada lagi tumbuhan yang bisa dimakan, tidak ada lagi hewan untuk disantap, membuat keberingasan serta kebrutalan Nian makin menjadi-jadi. Ia membongkar rumah demi rumah penduduk untuk mencari apa saja yang bisa dimakan. Kalau tidak Tumbuhan dan hewan, Nian juga bisa memakan manusia yang ditemuinya.

Satu per satu rumah sudah dibongkar dan hanya tersisa beberapa lagi, termasuk rumah dari keluarga yang masih bertahan itu. Ayah, ibu, dan anak-anak dalam keluarga itu pun berdiskusi. Sebab, cepat atau lambat Nian pasti akan sampai di rumah mereka. Memikirkan hal ini, mereka menjadi takut karena jika Nian tidak menemukan apa-apa, pasti tubuh merekalah yang akan menjadi santapannya.

“Ayo cepat kita melarikan diri, jangan membawa barang apapun, yang penting kita sekeluarga bisa selamat,” demikian teriak sang ayah. Mereka segera berlari keluar rumah dan bertekad seisi keluarga dapat selamat. Namun, sang ibu tidak rela meninggalkan peralatan dapur dan perabot rumah kesukaannya. Maka, ia membawa banyak peralatan dapur dan perabot rumah. Ada gelas, piring, baskom, ember, dan sebagainya. Barang-barang itu sangat banyak, maka ayah dan anak-anaknya pun membantu sang ibu.

Namun karena ada barang yang harus dibawa, lari mereka pun menjadi sangat lambat. Nian makin lama makin mendekat, dan anak-anak mulai berteriak ketakutan dan menangis histeris. Situasi itu membuat sang ayah juga mulai ketakutan dan panic. Barang-barang bawaaan sang Ibu pun dilempar satu per satu sambil tetap berlari tanpa menoleh ke belakang.

“Prang…!Klontang…!Pang…!Piung…!”

Barang-barang yang dilemparkan itu menimbulkan suara yang memekakkan telinga.

Ketika barang-barang sudah habis, sang ayah pun mengendong anaknya yang paling kecil dan terus berlari menyelamatkan diri. Setelah beberapa puluh langkah lagi, mereka merasa tidak mampu berlari lagi. Dan, pada saat bersamaan tidak terdengar suara Nian lagi. Mereka pun berhenti berlari dan memberanikan diri menoleh ke belakang. Sungguh ajaib, Nian benar-benar sudah tidak ada.

Namun, setelah dilihat dengan teliti dan saksama, ternyata makhluk itu masih berdiri di balik sebuah pohon dengat raut muka yang ketakutan. Merasa mantap, dengan sisa-sisa tenaga yang ada, sang ayah berlari kembali dan mengambil barang-barang yang sudah dibuangnya.

Nian tampak tidak bereaksi. Sang ayah dengan keras memukul loyang. Nian mulai panik. Makin lama makin ketakutan. Akhirnya ia memutuskan untuk mengambil langkah seribu, lari terbirit-birit. Makhluk menakutkan itu berlari sekencang mungkin dan sejauh mungkin..

Legalah hati keluarga itu. Mereka sangat bergembira. Mereka bukan hanya tidak jadi pindah ke desa tetangga, tetapi juga berhasil membuat Nian ketakutan dan lari tunggang langgang.

Akhirnya, penduduk desa yang sudah mengungsi, pulang kembali ke desa mereka setelah mendengar cerita dari keluarga yang mengusir Nian itu.

Sejak saat itu mereka salaing mengucapkan Guo Nian Hao. Untuk mencegah Nian datang kembali, seluruh penduduk desa, tua-muda, besar-kecil, akan memukul benda-benda dapur dan perabotan sekeras mungkin pada tanggal 30 bulan dua belas malam. Esok harinya mereka akan dengan sukacita menikmati hari raya Imlek dan saling mengucapkan Guo Nian Hao.

Tahun demi tahun mereka membunyikan perabotan rumah tangga dan pada akhirnya dengan petasan pada dewasa ini dengan maksud agar hal yang menakutkan tidak menggangu mereka dalam menikmati tahun yang baru.



~101 Kisah Bermakna dari Negeri China~


Xiang Qi adalah sejenis permainan catur china (chinese chess).
Konon permainan ini lahir karena sesuai dengan sejarah china yang berkaitan dengan pertempuran antara Liu Bang dan Xiang Yu.

Permainan ini mirip dengan catur biasa, dan papan berserta bidak yang digunakan sesuai dengan gambar berikut ini


Pengenalan Karakter dan Cara Memainkannya

1.
Jiang / Shuai (Jendral) dalam hal ini berfungsi sebagai Raja

Bidak Raja hanya bisa berjalan di dalam 4 kotak dengan garis miring yang saling bersilangan, dengan dilindungi oleh 2 penasehat
Cara menggerakannya adalah hanya bisa digerakan 1 langkah, baik itu ke kiri, kanan, atas, atau bawah, dan tidak bisa diagonal.

2.
Shi (Penasehat)

Bidak Penasehat sama hal nya dengan bidak raja, hanya bisa berjalan di dalam lingkungan 4 kotak tersebut, dengan catatan cara
menggerakannya adalah 1 langkah diagonal



3.
Xiang (Gajah / Mentri)

Bidak Gajah ini pola geraknya juga mirip bidak Menteri pada catur biasa, yaitu berjalan secara diagonal. Bedanya, bidak gajah ini hanya bisa berjalan 4 kotak saja secara diagonal dan tidak boleh melewati sungai(pembatas) / tidak boleh memasuki wilayah musuh

4.
Ma (Kuda)

Bidak Kuda ini pola geraknya juga mirip bidak Kuda pada catur biasa, yaitu berjalan dengan langkah menyerupai huruf L. Tetapi ada perbedaan yang signifikan, yaitu bidak kuda pada xiang qi tidak bisa bergerak bila ada 1 bidak di depannya.


atau


5.
Ju (Benteng)

Bidak Benteng ini pola geraknya sama persis dengan bidak Benteng yang ada pada catur biasa, yaitu bergerak dan membunuh musuh dengan langkah horizontal / vertikal.

6.
Pao (Meriam)

Bidak ini paling istimewa di Xiang Qi, karena tidak ada pada catur biasa. Bidak ini digerakan menyerupai bidak benteng, yaitu bergerak dengan langkah horizontal / vertikal. Tetapi membunuh musuh dengan melompati 1 bidak lain(baik bidak kawan / lawan) dan menuju bidak target.


atau
contoh skak oleh bidak meriam (kebetulan skak mat)


7.
Ping/Zu (Prajurit)

Bidak prajurit ini cara bergeraknya adalah satu langkah ke depan. Dan ketika memasuki area musuh (setelah menyebrangi sungai), bidak prajurit ini bisa bergerak secara horizontal (ke kiri dan ke kanan). Cara membunuh sama juga dengan dengan cara bergeraknya.

ayo main xiang qi di www.viwawa.com

Perhatiin Goresan tinta di lukisan..
dari zaman china kuno menembus zaman teknologi
setelah melalui proses editan teknologi akhir nya hasil karya itu bisa di nikmati oleh anak cucu mereka.









































source

Meski usianya tak setua Archaeopteryx, yang diyakini sebagai spesies burung tertua di dunia saat ini, fosil baru yang ditemukan di China ditemukan dalam kondisi utuh. Struktur tubuhnya mungkin memberikan petunjuk baru bagi para ilmuwan untuk mempelajari sejarah kehidupan burung dari zaman dinosaurus hingga burung modern.

Fosil tersebut ditemukan para paelontolog China dan Inggris dari tepian danau di sekitar hutan bagian utara Provinsi Hebei selama ekspedisi tahun 2005-2006. Para ilmuwan memberi nama Eoconfuciusornis zhengi yang berarti burung Konfusius.

"Eoconfuciusornis menyediakan potongan baru dalam teka-teki evolusi dari Archaeopteryx menjadi burung lebih maju," ujar Zhou Zhong, salah satu penulis laporan penelitian tersebut dari Institute of Vertebrate Paleontology and Paleoanthropology di Beijing.

Kondisinya fosil yang utuh mungkin karena burung tersebut tenggelam ke danau tersebut dan tertimbun endapan di dasar danau pada Era Cretaceous antara 120 juta tahun hingga 131 juta tahun. Selama jutaan tahun tertimbun, tubuhnya mengalami proses fosilisasi dan terjaga dalam endapan yang membatu.

Sosoknya sudah mirip sekali dengan burung modern dengan bentuk sayap berbulu dan susunan bulu ekor yang simetris. Warna bulunya bervariasi antara coklat dan hitam yang bisa jadi warna sebenarnya atau perubahan dari warna biru, merah, dan kuning seperti burung modern.

Karakteristiknya lebih mirip burung modern daripada Archaepteryx yang masih memiliki karakteristik fisik pada dinosaurus, seperti gigi dan tulang ekor yang panjang. Struktur tulang dan ototnya juga mendukung kemampuan manuver terbang lebih lincah. Namun, keduanya mungkin sama-sama memiliki kelemahan terbang dari permukaan tanah yang rata sehingga mudah diserang lawan.

Hewan tersebut mungkin hidup di pepohonan dan memiliki kuku dan bulu ekor panjang yang penting untuk membantu menyeimbangkan tubuh saat bertengger di dahan. Ia sepertinya lihai meluncur ke permukaan danau untuk menangkap ikan sebagai mangsanya

"china" berasal dari kata mandarin "昌 南" chāng nán (chang nan) yang di transliterasi,"昌南"chāng nán mengacu pada"昌南镇"chāng nán zhèn(chang nan cen),yang merupakan nama porselin china "景 得 镇"jǐng de zhèn (cing de cen).
orang eropa sangat menyukai porselin china, karena itulah mereka merubah kata "中国"zhōng guó
(chung kuo)menjadi "china".